• Rabu, 5 Oktober 2022

Dalam Kegiatan Wawasan Kebangsaan, Polres Sukoharjo Aipda Aipda Afandi : 'Jangan Lagi Ada Perbuatan Perkusi'

- Jumat, 23 September 2022 | 15:56 WIB
Dalam Kegiatan Wawasan Kebangsaan, Polres Sukoharjo Aipda Aipda Afandi : 'Jangan Lagi Ada Perbuatan Perkusi'
Dalam Kegiatan Wawasan Kebangsaan, Polres Sukoharjo Aipda Aipda Afandi : 'Jangan Lagi Ada Perbuatan Perkusi'

 

SUKOHARJO - Indonesia adalah negara persatuan dengan kepulauan, adat istiadat, budaya dan agama yang begitu beragam. Hal tersebut patut disyukuri, karena sejauh ini Indonesia masuk dalam negara dengan tingkat toleransi yang tinggi.

Seperti yang disampaikan Ka Kemenag Kab. Sukoharjo, Drs. H. Muh. Mulai, M. PdI pada saat menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan di Ponpes PPTQ Ulul Albab, Glodog, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurutnya, kita wajib bersyukur dimana Indonesia adalah Negara persatuan meskipun banyak pulau, adat istiadat, budaya dan agama serta ada ada 6 agama yang diakui di Indonesia salah satunya adalah agama Islam.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Destinasi Wisata Pantai Paling Hits dan Populer di Balikpapan, Kalimantan Timur

Dijelaskannya, belajar tentang Islam harus dilakukan secara menyeluruh, artinya jangan hanya bagian tertentu saja atau sepotong-sepotong serta tidak salah menafsirkan pemahaman dan tidak menyalahkan orang lain termasuk bagi umat agama yang berbeda.

"Alqur'an harus dipedomani dan diamalkan dengan baik dalam setiap sendi kehidupan, dengan adanya kecintaan maka akan timbul sikap saling menghormati," ucap Muh. Mulai, pada Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan tema 'Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila dan Toleransi Untuk Menciptakan Wasathiyah Menuju Ridho Allah Ta'alaTa'ala,' Jum'at, 23 Sep 2022, di Ponpes PPTQ Ulul Albab, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sehingga, lanjutnya, cukup prihatin dengan adanya beberapa informasi yang saat ini viral, dimana faktanya ada kasus kekerasan/penganiayaan di Ponpes santri yang dilakukan oleh senior dan yunior hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Menurutnya, Ponpes seharusnya mengadopsi Ponpes ramah anak, perlu komitmen bersama bahwa kekerasan di Pondok yang pernah ada, maka kasus kekerasan ini jangan sampai terulang. Jangan sampai senior memperkusi yunior, contohnya senior memperkusi/bulying ke santri yunior.

Halaman:

Editor: Pamela Apriliana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adab Duduk di Pinggir Jalan, Simak Penjelasannya!

Jumat, 26 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Tokoh Inspiratif: Biografi BJ Habibie

Senin, 15 Agustus 2022 | 14:00 WIB

3 Amalan di Bulan Muharram dan Keutamaan Puasa Asyura

Minggu, 7 Agustus 2022 | 11:15 WIB

Simak! Cara Wanita Mendapatkan Surga

Selasa, 2 Agustus 2022 | 17:30 WIB

Penting! Ini Cara Mendidik Kesederhanaan Pada Anak

Senin, 1 Agustus 2022 | 14:00 WIB

Hukum Pawai Obor saat Menyambut Tahun Baru Islam

Sabtu, 30 Juli 2022 | 07:00 WIB
X