• Jumat, 20 Mei 2022

10 Mei, Hari Lupus Sedunia, Yuk Mengenal Lebih Jauh Tentang Lupus

- Rabu, 11 Mei 2022 | 15:00 WIB
Lupus yang diperingati setiap tanggal 10 Mei ini, adalah penyakit autoimun yang dapat mempengaruhi organ tubuh manapun. (Instagram @uzi.didz)
Lupus yang diperingati setiap tanggal 10 Mei ini, adalah penyakit autoimun yang dapat mempengaruhi organ tubuh manapun. (Instagram @uzi.didz)

ENAMPAGI - Setiap tahun, tanggal 10 Mei diperingati sebagai Hari Lupus sedunia. Apa itu Lupus? Lupus yang diperingati setiap tanggal 10 Mei ini, adalah penyakit autoimun yang dapat mempengaruhi organ tubuh manapun.

Kata Lupus sendiri secara teknis berarti 'serigala' dalam bahasa Latin. Dinamakan Lupus di abad ke-13, karena efek penyakit ini yang kadang bisa menimbulkan ruam atau bintik-bintik merah yang menyerupai gigitan serigala.

Penyakit autoimun ialah penyakit di mana sistem kekebalan, tidak dapat mengenali perbedaan antara sel-sel sehat dalam tubuh, dan sel-sel asing yang harus dihilangkan dari dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang sehat menghasilkan antibodi yang bisa menyerang dan menghancurkan sel asing seperti virus, bakteri atau kuman.

Baca Juga: Bahaya 'Painkiller', Salah Satu Penyebab Rusaknya Liver

Gejala umum penyakit lupus ialah nyeri sendi dan pembengkakan, demam, nyeri dada, rambut rontok, sariawan, kelenjar getah bening, merasa lelah, dan munculnya ruam merah yang paling umum di wajah.

Penyebab munculnnya penyakit ini pun masih belum jelas. Banyak faktor yang bisa menyebabkan lupus, diantaranya perubahan hormon, genetika, masalah lingkungan, merokok dan kekurangan vitamin D. Hingga sekarang belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini.

Walaupun belum ada obat untuk penyakit lupus, obat-obat seperti NSAID, Kortikosteroid, imunosupresan, hidroksiklorokuin dan metotreksat dapat membantu meredakan sakit, tetapi dengan beberapa efek samping.

Baca Juga: Gacor! Festival Musik Elektronik Tomorrowland, Hadirkan Terra Solis di Dubai

Munculnya lupus sendiri bervariasi di berbagai negara. 20 hingga 70 orang per 100.000 orang terkena penyakit lupus tersebut. Wanita di usia subur tekena sekitar sembilan kali lebih sering daripada pria.

Halaman:

Editor: Nur Kholifah

Sumber: medindia.net

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X