• Senin, 29 November 2021

2 Miliar Pengguna Chrome Mendapat Peringatan dari Google

- Senin, 11 Oktober 2021 | 12:30 WIB
Google sebagai induk perusahaan peramban Chrome mengatakan bahwa mesin pencari tersebut telah diretas dan para pengguna diminta untuk memperbaharui versi Chrome mereka. (Pexels/Sora Shimazaki)
Google sebagai induk perusahaan peramban Chrome mengatakan bahwa mesin pencari tersebut telah diretas dan para pengguna diminta untuk memperbaharui versi Chrome mereka. (Pexels/Sora Shimazaki)

ENAMPAGI - Bagi kamu pengguna mesin pencari Chrome, tampaknya dalam beberapa hari ke depan harus waspada dalam menggunakan browser tersebut.

Pasalnya, Google telah mengkonfirmasi terjadi beberapa peretasan tingkat tinggi pada peramban tersebut.

Peretasan ini merupakan yang kedua kalinya terjadi dalam minggu ini, dan sebanyak 2.6 miliar pengguna Chrome lagi-lagi harus meningkatkan kewaspadaan saat berselancar dengan Chrome.

Google sebagai perusahaan yang menaungi Chrome menganjurkan para penggunanya untuk melakukan beberapa tindakan.

Baca Juga: Pengangguran di Kota Industri Bekasi Jawa Barat Meningkat, Ini Respon dari Pihak Pemerintahan Bekasi

Sama seperti peretasan sebelumnya, Google tidak banyak membagikan informasi mengenai masalah ini untuk memberikan waktu kepada para penggunanya untuk meng-upgrade peramban Chrome miliknya.

Hal yang menarik dari kejadian ini adalah terlihat bahwa Chrome terus-menerus "diserang" dengan eksploitasi UAF atau 'Use-After-Free'.

Seperti dikutip Enampagi.id dari laman Forbes, kali ini pun, eksploitasi daftar sepasang heap buffer overflow (sebuah jenis anomali dalam memproses data pada Heap atau area pengelolaan data digital) merupakan sesuatu yang tidak diharapkan terjadi.

Baca Juga: Usai Diboyong Pangeran Arab, Newcastle Menjadi Klub Terkaya di Liga Premier Inggris

Halaman:

Editor: Tasya Nandynanti Demautami

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips jika Perangkat Anda Diserang Ransomware

Sabtu, 13 November 2021 | 11:04 WIB
X