Atrial Fibrilasi Jadi Faktor Resiko Penyakit Jantung, Ini Perlu Diwaspadai!0

- Senin, 26 Februari 2024 | 14:05 WIB
Faktor Resiko Penyakit Jantung Yang Wajib Diketahui  (Isti)
Faktor Resiko Penyakit Jantung Yang Wajib Diketahui (Isti)

ENAMPAGI.ID - Atrial fibrilasi korelasinya sama bawaan atau genetik ada turunan atau  memang ada beberapa yang merupakan kelainan keturunan merupakan kelainan bawaan.

Atrial fibrilasi bukan kelainan bawaan jadi bukan keturunan orang tua kita menderita atrial fibrilasi belum tentu anaknya menderita atrial fibrilasi.

Atriial fibrilasi ini adalah faktor resiko utamanya adalah faktor usia, kalau kita tidak mau menderita gangguan irama jantung arterial fibrilasi kita harus hindari faktor resiko.

Punya darah tinggi harus dikontrol punya diabet harus dikontrol jangan merokok alkohol secukupnya saja.

Baca Juga: Metode Kateter Ablasi, Atrial Fibrilasi Jantung Bisa Disembuhkan

Kalau punya gangguan tidur misalnya ngorok harus ke Dokter mungkin ke dokter THT atau dokter khusus mengenai sleep disorder supaya bisa memperbaiki kualitas tidurnya.

Yang obesitas olahraga untuk menurunkan berat badan kalau kita bisa menjaga faktor risiko dengan baik maka kita bisa jauhi penyakit gangguan irama jantung terutama aterial fibrilasi.

Dengan kata lain aterial fibrilasi adalah penyakit yang bisa dihindari dihindari itu menjadi fakta yang sangat penting.

Gangguan irama jantung atrial fibrilasi tanpa kita berkaca dan merefleksikan kebiasaan kita sehari-hari, nah itu yang harus kita monitor sekarang.

Faktor-faktor resikonya salah satunya ngorok walaupun kita tidurnya cukup oke cukup panjang.

Baca Juga: Beginilah Bentuk Alat Pacu Jantung Yang Biasa Digunakan Pada Pasien

Artinya oke tapi pasien-pasien yang atau orang yang tidurnya ngorok itu begitu dia bangun beliau merasakan kalau dia enggak tidur dengan nyenyak.

Pasien tetap lemas merasa capek apa yang terjadi karena pada pasien-pasien yang ngorok ketika dia tidur itu oksigenasinya tidak bagus.

Coba kita dengar pasien ngorok itu ada episode apnu panjang tidak narik nafas kemudian baru tarik nafas lagi.

Episode inilah yang menyebabkan oksigenasi ke tubuh menjadi kurang termasuk ke jantung.

Halaman:

Editor: Isti W

Sumber: Urban Bandung

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X