entertainment

Tak Seindah yang Dikira, Pendapatan "Squid Game" dan Fakta di Balik Kesuksesannya

Senin, 22 November 2021 | 06:00 WIB
Sebuah buku mengungkap perkiraan pendapatan yang diterima rumah produksi 'Squid Game' dari Netflix (Netflix)

Akan tetapi, penulis utama buku tersebut mengatakan dalam bukunya bahwa timnya mendapatkan besaran nominal yang diterima Siren Pictures atas kesuksesan "Squid Game" berdasarkan informasi bahwa Netflix biasanya memberikan 10-20 persen dari total anggaran yang dikeluarkan tim produksi untuk menggarap karyanya.

Jika benar, apa yang diduga diterima oleh tim "Squid Game" dari Netflix, itu hanyalah seperlima dari pendapatan total yang telah diperoleh drama fenomenal Korea Selatan dengan 10 juta penjualan tiket di Korea tersebut.

Baca Juga: Lowongan Pekerjaan Jakarta : PT Indomarco Prismatama Bulan November 2021

Menanggapi unggahan perumpamaan Won Dong Yeon tersebut, empat penulis (co-authors) mengklaim bahwa apa yang dikatakan sang produser adalah cerminan dari kumpulan sentimen frustasi orang-orang yang bergelut di industri entertainmen Korea Selatan tentang betapa pelitnya Netflix "menggaji" studio dan para pembuat konten Negeri Ginseng.

"Menurut saya, mungkin niatnya (produser Won Dong Yeon) adalah bahwa kesuksesan global "Squid Game" merupakan sesuatu yang hebat bagi para kreator Korea. Dan karena kesuksesan super tersebut, penyedia layanan global OTT (over-the-top) akan lebih banyak mempertimbangkan kerjasama bisnis dengan studio-studio produksi Korea," tulis Noh Ga-yeong (dikenal juga sebagai Carolyn Noh), salah satu dari empat tim penulis, dalam Bab 1 buku tersebut.

Ia melanjutkan, "Dan jika itu terjadi, maka akan lebih banyak lagi pembuat konten dari Korea yang menuai keuntungan dari kesempatan yang telah tercipta tersebut."

Baca Juga: 'Jirisan' Episode 9, Seo Yi Kang Naik Gunung Jiri untuk Bertemu Arwah Kang Hyun Jo, Spoiler Alert!

Oleh karena itu, Carolyn Noh mengklaim bahwa dirinya percaya bahwa unggahan Won Dong Yeon tersebut dimaksudkan sebagai sarana penyemangat, memberi tahu studio dan pembuat konten Korea lain untuk melihat masa depan mereka jauh ke depan.

Dibandingkan harus terjebak dalam sebuah pusaran kekecewaan atas cara Netflix membagi pendapatannya, walaupun sama sekali tidak mencerminkan kesuksesan global yang mereka dapat.

Carolyn Noh juga mengatakan bahwa pendapatan studio Korea yang relatif mengecewakan tersebut berasal dari sifat kontrak yang mereka tandatangani dengan Netflix.

Baca Juga: Sinopsis ‘Now, We Are Breaking Up’ Episode 3, Kisah Masa Lalu Ha Young Eun Terkuak

"Kontraknya berdasarkan sistem ODM (karya yang dirancang dan diproduksi oleh sebuah perusahaan, kemudian diberi merek oleh perusahaan lain untuk dijual)," tulisnya.

"Di bawah skema tersebut, studio Korea melakukan segalanya, mulai dari perencanaan, casting, hingga pembuatan film, dan kemudian menjual karya akhir dari produksi film tersebut ke Netflix. Sebagai imbalannya, mereka akan menerima uang yang setara dengan 10 persen hingga 20 persen dari total anggaran yang digunakan untuk memfilmkan karya tersebut," lanjutnya.

Ia mengatakan pula, di bawah kontrak dengan sistem ODM, para pembuat konten diberikan kebebasan sebesar-besarnya untuk mengeksplor film atau drama yang akan mereka produksi tanpa campur tangan dari pihak Netflix.

Baca Juga: Line-Up Babak Final Daihatsu Indonesia Master 2021: Marcus Gideon – Kevin Sanjaya Melaju ke Final

Halaman:

Tags

Terkini